Deretsenyawa berikut ini tergolong senyawa kovalen, kecuali Deretsenyawa berikut ini tergolong senyawa kovalen, kecuali A HF, HCl, HI B BH3, BF3, CO2 C H2O, NH3, CO2 D Li2O, CaO, MgO E IF5, CCl4, ClF3. 8. Unsur X mempunyai nomor atom 13 dan unsur Y mempunyai nomor atom 9, senyawa yang dapat dibentuk antara unsur X dan Y adalah. A X2Y B XY3 C XY D X3Y2 E X3 9. Diketahui nomor atom H=1, C=6, N=7, O=8, P=15 dan Cl=17, senyawa berikut yang mengikuti Metanaadalah contoh dari senyawa kovalen. Senyawa yang terbentuk dari dua atau lebih unsur non-logam, seperti karbon dan hidrogen, yang disebut senyawa kovalen. Dalam senyawa kovalen, atom dari unsur-unsur yang berbeda ada di dalam molekul oleh ikatan kovalen. Ini adalah ikatan kimia dengan atom berbagi elektron valensi. Namundidalam Suhu Kamar, Senyawa Alkena dengan nama Atom C1 - C4 mempunyai wujud Gas dan Atom C5 - C17 mempunyai wujud cair dan Atom C lebih dari 17 memiliki wujud Padat. Sifat Senyawa Alkena Yang Ketiga adalah Senyawa Hidrokarbon yang mempunyai ikatan rangkap seperti Alkena bisa mengalami rekasi pemutusan ikatan rangkap atau sering yang Dilansirdari Encyclopedia Britannica, deretan senyawa berikut ini tergolong senyawa kovalen, kecuali li2o, cao, mgo. Kemudian, saya sangat menyarankan anda untuk membaca pertanyaan selanjutnya yaitu Di antara senyawa berikut yang bukan molekul kovalen polar adalah? beserta jawaban penjelasan dan pembahasan lengkap. Tanya 10 SMA; Kimia; Kimia Anorganik; Deret senyawa berikut ini tergolong senyawa kovalen, kecuali .A. HF, HCl, HI B. BH3, BF3, CO2 C. H2O, NH3, CO2 D. Li2O, CaO hy9IO. Qanda teacher - yantiJOO1VQanda teacher - yantiJOO1Vberi saya bintang 5 ya dikStudentpakai cara ka hehe singkat aja gapapa ko caranyaQanda teacher - yantiJOO1Vdiawal gak ada bilang pakai caraStudent ahukah anda apa yang dimaksud dengan ikatan kovalen ??? Jika anda belum mengetahuinya anda tepat sekali mengunjungi Karena pada kesempatan kali ini akan membahas tentang pengertian ikatan kovalen, jenis-jenis ikatan kovalen, dan contoh soal ikatan kovalen secara lengkap. Oleh karena itu marilah simak ulasan yang ada dibawah berikut ini. ikatan kovalen Proses Pembentukan Ikatan Kovalen Ikatan kovalen biasanya terjadi antar unsur nonlogam yakni antar unsur yang mempunyai keelektronegatifan relatif besar. Ikatan kovalen juga terbentuk karena proses serah terima elektron tidak mungkin terjadi. Hidrogen klorida merupakan contoh lazim pembentukan ikatan kovalen dari atom hidrogen dan atom klorin. Hidrogen H dan atom klorin Cl merupakan unsur nonlogam dengan harga keelektronegatifan masing-masing 2,1 dan 3,1. Konfigurasi elektron atom hidrogen dan atom klorin sebagai berikut Berdasarkan aturan oktet yang telah di ketahui maka atom hidrogen kekurangan 1 elektron dan atom klorin memerlukan 1 elektron untuk membentuk konfigurasi stabil golongan gas mulia. Apabila dilihat dari segi keelektronegatifan, klorin mempunyai harga keelektronegatifan yang tidak kecil. Konfigurasi stabil dapat tercapai dengan pemakaian elektron bersama. Atom hidrogen dan atom klorin masing-masing menyumbangkan satu elektron untuk membentuk pasangan elektron milik bersama. Di dalam struktur Lewis untuk NaCl dan HCl, atom Cl memperoleh konfigurasi elekton atom gas mulia. Kecenderungan atom Cl untuk menerima sebuah elektron dalam keadaan apapun selalu sama, tetapi jika dibandingkan antara atom Na atau H, atom-atom tersebut tidak akan melepaskan elektronnya dengan begitu saja. Untuk melepaskan elektron valensi dari Na diperlukan energi I1 sebesar -5,14 eV/atom yang lebih kecil dibandingkan energi yang diperlukan untuk melepaskan elektron valensi dari H, yaitu sebesar 13,6 eV/atom. Natrium lebih bersifat logam daripada hidrogen. Kenyataannya, hidrogen merupakan bukan logam pada keadaan normal; hidrogen tidak memberikan elektronnya kepada atom bukan logam lainnya. Pembentukan ikatan antara sebuah atom H dan sebuah atom Cl melibatkan pemakaian bersama elektron yang menghasilkan ikatan kovalen. Menurut James E. Brady, 1990 Ikatan kovalen adalah ikatan yang terjadi akibat pemakaian pasangan elektron secara bersama-sama oleh dua atom James E. Brady, 1990. Ikatan kovalen terbentuk di antara dua atom yang sama-sama ingin menangkap elektron sesama atom bukan logam. Pasangan elektron yang dipakai bersama disebut pasangan electron ikatan PEI dan pasangan elektron valensi yang tidak terlibat dalam pembentukan ikatan kovalen disebut pasangan elektron bebas PEB. Ikatan kovalen umumnya terjadi antara atom-atom unsur nonlogam, bisa sejenis contoh H2, N2, O2, Cl2, F2, Br2, I2 dan berbeda jenis contoh H2O, CO2, dan lain-lain. Senyawa yang hanya mengandung ikatan kovalen disebut senyawa kovalen. Contoh Gambar Ikatan Kovalen Rumus Kimia Senyawa Kovalen Dengan mengacu pada aturan oktet, kita dapat memprediksikan rumus molekul dari senyawa yang berikatan kovalen. Dalam hal ini, jumlah elektron yang dipasangkan harus disamakan. Akan tetapi, perlu diingat bahwa aturan oktet tidak selalui dipatuhi, terdapat beberapa senyawa kovalen yang melanggar aturan oktet. Contohnya adalah ikatan antara H dan O dalam H2O. Konfigurasi elektron H dan O adalah H memerlukan 1 elektron dan O memerlukan 2 elektron. Agar atom O dan H mengikuti kaidah oktet, jumlah atom H yang diberikan harus menjadi dua, sedangkan atom O satu, sehingga rumus molekul senyawa adalah H2O. pasangan elektron yang berikatan JENIS IKATAN KOVALEN Berdasarkan Pembentukannya 1. Ikatan kovalen tunggal Ikatan kovalen tunggal yaitu ikatan kovalen yang memiliki 1 pasang PEI. Contoh H2, H2O konfigurasi elektron H = 1; O = 2, 6. Contoh pembentukan ikatan pada molekul H2O di bawah ini Ikatan kovalen tunggal 2. Ikatan kovalen rangkap dua Ikatan kovalen rangkap 2 yaitu ikatan kovalen yang memiliki 2 pasang PEI. Contoh O2, CO2 konfigurasi elektron O = 2, 6; C = 2, 4. Berikut ini pembentukan ikatan angkap 2 pada molekul CO2. Ikatan kovalen rangkap dua 3. Ikatan kovalen rangkap tiga Ikatan kovalen rangkap 3 yaitu ikatan kovalen yang memiliki 3 pasang PEI. Contoh N2 Konfigurasi elektron N = 2, 5. Berikut ini pembentukan ikatan rangkap 3 pada molekul N2 Ikatan kovalen rangkap tiga Berdasarkan Polarisasi 1. Ikatan Kovalen Polar Ikatan kovalen polar adalah ikatan kovalen yang PEInya cenderung tertarik ke salah satu atom yang berikatan. Kepolaran suatu ikatan kovalen ditentukan oleh keelektronegatifan suatu unsur. Senyawa kovalen polar biasanya terjadi antara atom-atom unsur yang beda keelektronegatifannya besar, mempunyai bentuk molekul asimetris, mempunyai momen dipol. Ikatan kovalen yang terjadi antara dua atom yang berbeda disebut ikatan kovalen polar. Ikatan kovalen polar dapat juga terjadi antara dua atom yang sama tetapi memiliki keelektronegatifan yang berbeda. Contoh ikatan kovalen polar HF Contoh ikatan kovalen polar HF Dlm senyawa HF ini, F mempunyai keelektronegatifan yang tinggi jika dibandingkan H.. sehingga pasangan elektron lebih tertarik kearah F, akibatnya akan terbentuk dipol-dipol atau terjadi pengkutuban terbentuknya kutub antara H dan F. 2. Ikatan Kovalen Nonpolar Ikatan kovalen nonpolar yaitu ikatan kovalen yang PEInya tertarik sama kuat ke arah atom-atom yang berikatan. Senyawa kovalen nonpolar terbentuk antara atom-atom unsur yang mempunyai beda keelektronegatifan nol atau mempunyai momen dipol = 0 nol atau mempunyai bentuk molekul simetri. Titik muatan negative electron persekutuan berhimpit, sehingga pada molekul pembentuknya tidak terjadi momen dipol, dengan perkataan lain bahwa elektron persekutuan mendapat gaya tarik yang sama. Ikatan kovalen nonpolar terdiri dari Ikatan Kovalen Koordinasi Ikatan kovalen koordinasi adalah ikatan kovalen di mana pasangan electron yang dipakai bersama hanya disumbangkan oleh satu atom, sedangkan atom yang satu lagi tidak menyumbangkan disini terdapat satu atom pemberi pasangan electron bebas, sedangkan atom lain sebagai penerimanya. Ikatan kovalen koordinasi kadang-kadang dinyatakan dengan tanda panah → yg menunjukan arah donasi pasangan elektron. Contoh Ikatan Kovalen Koordinasi BF3NH3 5B = 1s2 2s2 2p1 9F = 1s2 2s2 2p5 7N = 1s2 2s2 2p3 Contoh Ikatan Kovalen Koordinasi BF3NH3 Sifat Senyawa Kovalen Titik didih Pada umumnya senyawa kovalen mempunyai titik didih yang rendah rata-rata di bawah suhu 200 0C. Sebagai contoh Air, H2O merupakan senyawa kovalen. Ikatan kovalen yang mengikat antara atom hidrogen dan atom oksigen dalam molekul air cukup kuat, sedangkan gaya yang mengikat antar molekul-molekul air cukup lemah. Keadaan inilah yang menyebabkan air dalam fasa bentuk cair akan mudah berubah menjadi uap air bila dipanaskan sampai sekitar 100 0C, akan tetapi pada suhu ini ikatan kovalen yang ada di dalam molekul H2O tidak putus. Volatitilitas kemampuan untuk menguap Sebagian besar senyawa kovalen berupa cairan yang mudah menguap dan berupa gas. Molekul-molekul pada senyawa kovalen yang mempunyai sifat mudah menguap sering menghasilkan bau yang khas. Parfum dan bahan pemberi aroma merupakan senyawa kovalen contoh dari senyawa kovalen yang mudah menguap Kelarutan Pada Umumnya senyawa kovalen tidak dapat larut dalam air, tetapi mudah larut dalam pelarut organik. Pelarut organik merupakan senyawa karbon, misalnya bensin, minyak tanah, alkohol, dan aseton. Namun ada beberapa senyawa kovalen yang dapat larut dalam air karena terjadi reaksi dengan air hidrasi dan membentuk ion-ion. Misalnya, asam sulfat bila dilarutkan ke dalam air akan membentuk ion hidrogen dan ion sulfat. Senyawa kovalen yang dapat larut dalam air selanjutnya disebut dengan senyawa kovalen polar, sedangkan senyawa kovalen yang tidak larut dalam air selanjutnya disebut dengan senyawa kovalen non polar. Daya hantar Listrik Pada umumnya senyawa kovalen pada berbagai wujud tidak dapat menghantar arus listrik atau bersifat non elektrolit, kecuali senyawa kovalen polar. Hal ini disebabkan senyawa kovalen polar mengandung ion-ion jika dilarutkan dalam air dan senyawa tersebut temasuk senyawa elektrolit lemah. Berikut ini gambar perbedaan antara senyawa non elektrolit, elektrolit lemah dan elektrolit kuat. Contoh Soal Ikatan Kovalen Zat-zat berikut yang merupakan senyawa dengan ikatan kovalen Kecuali…. N2 CCl2 NaCl HCl F2 Jawab Ikatan Kovalen Penyusun sesama atom unsur non logam Tidak ada atom unsur logamn N2, CCl2 , HCl, F2 tidak ada unsur logamnya, sehingga kovalen Sedangkan NaCl = Na merupakan logam ikatan Ion Itulah ulasan tentang Ikatan Kovalen Pengertian, Jenis, Dan Proses Pembentukan Beserta Contoh Secara Lengkap. Semoga apa yang diulas diatas bermanfaat bagi pembaca. Sekian dan terimakasih. Baca juga refrensi artikel terkait lainnya disini Ikatan Logam Pengertian, Ciri, Sifat, Dan Proses Pembentukan Beserta Contohnya Lengkap Termokimia Pengertian, Sistem, Reaksi, Dan Rumus Beserta Contohnya Secara Lengkap Pengertian Dan Ciri-Ciri Zat Padat, Zat Gas, Dan Zat Cair Beserta Perubahan Zat Dan Contohnya Lengkap √ Makalah Ikatan Kimia Pengertian, Jenis Beserta Gambarnya Lengkap Mungkin Dibawah Ini yang Kamu Cari Anorganik Kelas 10 SMAIkatan Kimia, Bentuk Molekul, dan Interaksi AntarmolekulIkatan Ion dan Ikatan KovalenDeret senyawa berikut ini tergolong senyawa kovalen, kecuali ....A. HF, HCl, HI B. BH3, BF3, CO2 C. H2O, NH3, CO2 D. Li2O, CaO, MgO E. IF5, CCl4, ClF3 Ikatan Ion dan Ikatan KovalenIkatan Kimia, Bentuk Molekul, dan Interaksi AntarmolekulKimia AnorganikKimiaRekomendasi video solusi lainnya0431Jika atom XZ=11 dan atom YZ=8 berikatan, rumus senya...0151Diketahui unsur X dengan nomor atom 12 dan unsur Y dengan...0229Jika atom 11 Na berikatan dengan atom 16 S, maka jenis ik...Teks videoHai coffee Friends pada soal kali kita diminta untuk menentukan dari deret senyawa berikut manakah yang bukan merupakan senyawa kovalen nah disini dalam menentukan deret senyawa yang bukan merupakan golongan senyawa kovalen kita perlu menentukan elektron valensinya terlebih dahulu yang digunakan untuk bersenyawa Disini yang pertama pada pilihan a terdapat HF HCl dan Hai dimana atom H itu memiliki 1 elektron valensi karena dia merupakan unsur golongan 1A kemudian F itu merupakan unsur golongan 7A maka dia memiliki 7 elektron valensi CL karena juga merupakan unsur golongan 7A dia juga memiliki 7 elektron valensi Dani karena dia juga merupakan unsur golongan 7A maka dia juga memiliki 7 elektron valensi 3 di sini dalam pembentukan HF disini atom F karena memiliki 7 elektron valensi dia perlu 1 elektron untuk membentuk oktet saat dia bersenyawa sedangkan atom H di sini karena dia memiliki 1 elektron dia hanya perlu menerima satu elektron saja untuk membentuk duplet singgah disini atom H dan F ketika berikatan akan terbentuk ikatan kovalen karena disini melibatkan pemakaian bersama sepasang elektron Kemudian pada sel disini CL memiliki 7 elektron valensi dan H memiliki 1 elektron valensi singa di sini CL hanya perlu satu elektron untuk membentuk oktet dan hadis ini hanya perlu satu elektron untuk membentuk duplet singgah disini atom H dan CL jika membentuk senyawa HCL diperoleh senyawa kovalen dan hadis ini terjadi pemakaian bersama pasangan elektron kemudian atom H dan I Disney atom yang memiliki 7 elektron valensi sehingga dia hanya perlu satu elektron saja untuk membentuk oktet sedangkan atom H di sini karena dia memiliki 1 elektron valensi dia hanya perlu satu elektron saja untuk membentuk buklet hingga disini atom H dan I ketika bersenyawa maka terbentuk senyawa kovalen karena terjadi pemakaian bersama sepasang elektron nah disini ketiga senyawa ini fcl Dan tercapai oktet dan atom hanya disini duplet karena disini ketiganya merupakan senyawa kovalen maka jawaban A disini kurang tepat Kemudian pada pilihan B di sini ada tiga bf3 dan CO2 di sini itu karena merupakan unsur golongan 3a maka dia memiliki 3 elektron valensi kemudian t itu merupakan unsur golongan 4A maka dia memiliki 4 elektron valensi kemudian di sini dia merupakan unsur golongan 6A maka dia memiliki 6 elektron valensi nah disini pembentukan bf3 disini satu atom B mengikat 3 F dimana atom F disini memiliki 7 elektron valensi sehingga dia hanya perlu satu elektron saja untuk membentuk oktet dan disini b. Dapat memberikan 3 elektron sehingga disini B Dapat mengikat tiga atom F di mana masing-masing atom akan oktet saat terbentuk senyawa bf3 di sini ke semuanya oktet dan B di sini melanggar aturan Lewis karena jumlah elektron valensinya akan kurang dari 8 Nah di sini karena bf3 terjadi pemakaian bersama pasangan elektron maka bf3 disini merupakan senyawa kovalen Kemudian pada pH 3 disini atom H itu memiliki 1 elektron valensi sehingga dia hanya perlu menerima satu elektron saja untuk membentuk duplet sedangkan di sini itu memiliki 3 elektron yang dapat mengikat tiga atom tinggal di sini pada pH 3 di sini 3 atom hanya duplet dan B di sini memiliki 6 elektron pada kulit valensinya singgah disini tidak memenuhi aturan oktet karena jumlah elektron pada kulit valensinya itu kurang dari 8 hingga disini pada pembentukan ph3 karena disini melibatkan pemakaian bersama pasangan elektron maka pada pH 3 disini merupakan senyawa kovalen Kemudian pada CO2 Disney C mengikat dua atom o atom O di sini memiliki 6 elektron valensi saat dia bersenyawa dia cenderung untuk menerima 2 elektron agar terbentuk oktet sedangkan C di sini dia memiliki 4 elektron sehingga C hanya perlu 4 elektron saja untuk membentuk oktet dengan 8 elektron tinggal di sini taat C mengikat dua atom o disini baik c dan o keduanya oktet karena pembentukan ikatan disini melibatkan pemakaian pasangan elektron maka pada CO2 di sini merupakan senyawa kovalen tinggal di sini pada jawaban B itu merupakan jawaban yang kurang tepat lanjutnya pada pilihan C di sini ada H2O NH3 dan CO2 di sini atom n karena merupakan unsur golongan 5A maka dia memiliki 5 elektron valensi disini pada NH3 disini n akan mengikat Atom H dimana atom H di sini karena memiliki 1 elektron valensi 3. Dia perlu menambahkan satu elektron saja untuk membentuk duplet sedangkan pada di sini dia memiliki 5 elektron valensi maka dia perlu menerima 3 elektron agar terbentuk oktet singgah disini masing-masing atom H akan memberikan satu elektron agar n disini tercapai oktet nah disini n menjadi oktet dengan 8 elektron dan masing-masing atom hanya disini duplet dengan 2 elektron Nah di sini karena pada pembentukan NH3 ini melibatkan pemakaian bersama pasangan elektron, maka NH3 disini merupakan senyawa kovalen Kemudian pada H2O di sini itu mengikat 2 atom di sini atom H karena dia memiliki 1 elektron valensi maka dia hanya perlu menerima satu elektron saja untuk membentuk duplet sedangkan atom di sini karena dia memiliki 6 elektron valensi maka dia hanya perlu menerima 2 elektron agar terbentuk oktet dengan 8 elektron tinggal di sini ko akan mengikat 2 atom H dimana masing-masing atom H akan memberikan satu elektron sehingga disini akan oktet dengan 8 elektron dan hadis ini ketuanya akan to play dengan 2 elektron Nah di sini karena pembentukan H2O melibatkan pemakaian bersama pasangan elektron maka H2O disini merupakan senyawa kovalen pada bagian sebelumnya CO2 juga melibatkan pemakaian bersama pasangan elektron sehingga CO2 di sini juga merupakan senyawa kovalen hingga pilihan C disini kurang tepat Kemudian pada pilihan D disini terdapat li2o dan MG Di mana beli garam merupakan unsur golongan 1A akad yang memiliki 1 elektron valensi karena dia merupakan unsur golongan 2A maka dia memiliki 2 elektron valensi kemudian MG karena juga merupakan unsur golongan 2A maka dia memiliki 2 elektron valensi dan O di sini karena merupakan unsur golongan 6A maka dia memiliki 6 elektron valensi dalam pembentukan li2o disini atom o saat bersenyawa dia akan cenderung untuk menerima Dua elektron agar terbentuk oktet 8 elektron karena LED di sini hanya memiliki satu elektron maka agar atom O ini dapat menjadi oktet maka dia perlu dua atom X di sini pada li2o terjadi transfer elektron di mana elektron dari 2 atom X akan ditransfer menuju atom o 3 di sini akan terbentuk 2 x + dan O2 Min dimana disini akan oktet dengan 8 elektron kemudian ada di sini tahu di sini karena memiliki 6 elektron valensi maka dia akan cenderung untuk menerima 2 elektron agar terbentuk oktet yaitu 8 elektron saat dia bersenyawa kemudian disini dapat memberikan Dua elektron Nya kepada toko di mana di sini Dua elektron dari K akan ditransfer menuju atom o sehingga terbentuk ion ca2 + dan O2 Min di mana Oh di sini akan oktet dengan 8 elektron pada n go di sini karena memiliki 6 elektron valensi maka dia cenderung untuk menerima 2 elektron agar terbentuk oktet 8 elektron saat dia bersenyawa MG di sini memiliki 2 elektron valensi tinggal di sini MG dapat memberikan dua elektronnya kepada tinggal di sini MG akan mentransfer 2 elektronnya kepada dan terbentuk ion MG 2 + dan O2 Min dimana atom akan oktet dengan 8 elektron Nah di sini ketiga senyawa ini karena melibatkan transfer elektron maka ketiganya merupakan senyawa ionik singgah di sini jawaban di Itu jawaban yang tepat kemudian selanjutnya pada pilih disini terdapat if5 ccl4 dan clf3 di sini itu merupakan unsur golongan 7A maka dia memiliki 7 elektron valensi kemudian CL karena juga merupakan unsur golongan 7A maka dia juga memiliki 7 elektron valensi kemudian ini karena juga merupakan unsur golongan 7A maka dia juga memiliki 7 elektron valensi dan C disini karena merupakan unsur golongan 4A maka dia memiliki 4 elektron valensi pada if5 disini yg mengikat 5 atom F dimana disini memiliki 7 elektron valensi tinggal dia nyamper satu elektron saja untuk membentuk oktet yaitu 8 elektron saat dia bersenyawa Dani disini memiliki 7 elektron valensi diam 5 atom F di sini struktur lewisnya yaitu sebagai berikut dimana kelima atom F di sini akan oktet dengan 8 elektron dan ini di sini karena di sini merupakan unsur periode kelima maka kulit valensinya itu sangat besar sehingga ia dapat menampung lebih dari 8 elektron akibatnya yg di sini akan melanggar aturan oktet karena jumlahnya lebih dari 8 12 elektron Nah di sini karena pembentukan senyawa if 5 itu melibatkan pemakaian bersama pasangan elektron maka F5 ini merupakan senyawa kovalen nah kemudian pada ccl4 disini C mengikat 4 atom CL disini atom CL itu memiliki 7 elektron valensi dia hanya perlu menambahkan satu elektron saja untuk membentuk oktet sedangkan C disini memiliki 4 elektron valensi sehingga dia hanya perlu 4 elektron agar terbentuk oktet saat dia bersenyawa singgah disini pada pembentukan ccl4 ke-4 atom CL disini akan oktet dengan 8 elektron dan C di sini juga oktet dengan 8 elektron karena pembentukan dari ccl4 itu melibatkan pakaian bersama pasangan elektron maka ccl4 ini merupakan senyawa kovalen selanjutnya pada clf3 disini CL 3 atom F dimana atom F di sini memiliki 7 elektron valensi sehingga dia hanya perlu satu elektron saja untuk membentuk oktet sedangkan DL di sini memiliki 7 elektron valensi dan Dapat mengikat tiga atom F nah disini pada clf3 disini ketiga atomnya akan oktet dengan 8 elektron sedangkan DL di sini dia memiliki 10 elektron pada kulit terluarnya karena CL itu merupakan unsur periode ketiga maka kulit terluar pada CL disini dapat menampung lebih dari 8 elektron valensi HCL Ini akan melanggar aturan oktet karena jumlah elektron terluarnya lebih dari 8 Nah karena pada clf3 disini melibatkan pemakaian bersama pasangan elektron, maka clf3 ini merupakan senyawa kovalen tinggal di sini pada pilihan abis ini merupakan pilihan yang kurang tepat nah bisnis senyawa kovalen itu merupakan senyawa yang didalamnya melibatkan pemakaian bersama pasangan elektron untuk membentuk ikatan disini senyawa kovalen didalamnya biasanya mengandung ikatan kovalen dimana perbedaan keelektronegatifan nya itu kurang dari 1,7 dalam skala pauling. Kemudian pada umumnya dia merupakan gabungan dari unsur non logam dengan non logam akan tetapi beberapa senyawa seperti cl2 dan HCL yang memiliki unsur logam dan nonlogam didalamnya Akan tetapi karena perbedaan keelektronegatifan nya yang kurang dari 1,7 senyawa ini merupakan golongan senyawa kovalen Enggak di sini dapat disimpulkan bahwa jawaban yang tepat adalah D Cukup sekian pembahasan soal kali ini sampai jumpa di soal berikutnyaSukses nggak pernah instan. Latihan topik lain, yuk!12 SMAPeluang WajibKekongruenan dan KesebangunanStatistika InferensiaDimensi TigaStatistika WajibLimit Fungsi TrigonometriTurunan Fungsi Trigonometri11 SMABarisanLimit FungsiTurunanIntegralPersamaan Lingkaran dan Irisan Dua LingkaranIntegral TentuIntegral ParsialInduksi MatematikaProgram LinearMatriksTransformasiFungsi TrigonometriPersamaan TrigonometriIrisan KerucutPolinomial10 SMAFungsiTrigonometriSkalar dan vektor serta operasi aljabar vektorLogika MatematikaPersamaan Dan Pertidaksamaan Linear Satu Variabel WajibPertidaksamaan Rasional Dan Irasional Satu VariabelSistem Persamaan Linear Tiga VariabelSistem Pertidaksamaan Dua VariabelSistem Persamaan Linier Dua VariabelSistem Pertidaksamaan Linier Dua VariabelGrafik, Persamaan, Dan Pertidaksamaan Eksponen Dan Logaritma9 SMPTransformasi GeometriKesebangunan dan KongruensiBangun Ruang Sisi LengkungBilangan Berpangkat Dan Bentuk AkarPersamaan KuadratFungsi Kuadrat8 SMPTeorema PhytagorasLingkaranGaris Singgung LingkaranBangun Ruang Sisi DatarPeluangPola Bilangan Dan Barisan BilanganKoordinat CartesiusRelasi Dan FungsiPersamaan Garis LurusSistem Persamaan Linear Dua Variabel Spldv7 SMPPerbandinganAritmetika Sosial Aplikasi AljabarSudut dan Garis SejajarSegi EmpatSegitigaStatistikaBilangan Bulat Dan PecahanHimpunanOperasi Dan Faktorisasi Bentuk AljabarPersamaan Dan Pertidaksamaan Linear Satu Variabel6 SDBangun RuangStatistika 6Sistem KoordinatBilangan BulatLingkaran5 SDBangun RuangPengumpulan dan Penyajian DataOperasi Bilangan PecahanKecepatan Dan DebitSkalaPerpangkatan Dan Akar4 SDAproksimasi / PembulatanBangun DatarStatistikaPengukuran SudutBilangan RomawiPecahanKPK Dan FPB12 SMATeori Relativitas KhususKonsep dan Fenomena KuantumTeknologi DigitalInti AtomSumber-Sumber EnergiRangkaian Arus SearahListrik Statis ElektrostatikaMedan MagnetInduksi ElektromagnetikRangkaian Arus Bolak BalikRadiasi Elektromagnetik11 SMAHukum TermodinamikaCiri-Ciri Gelombang MekanikGelombang Berjalan dan Gelombang StasionerGelombang BunyiGelombang CahayaAlat-Alat OptikGejala Pemanasan GlobalAlternatif SolusiKeseimbangan Dan Dinamika RotasiElastisitas Dan Hukum HookeFluida StatikFluida DinamikSuhu, Kalor Dan Perpindahan KalorTeori Kinetik Gas10 SMAHukum NewtonHukum Newton Tentang GravitasiUsaha Kerja Dan EnergiMomentum dan ImpulsGetaran HarmonisHakikat Fisika Dan Prosedur IlmiahPengukuranVektorGerak LurusGerak ParabolaGerak Melingkar9 SMPKelistrikan, Kemagnetan dan Pemanfaatannya dalam Produk TeknologiProduk TeknologiSifat BahanKelistrikan Dan Teknologi Listrik Di Lingkungan8 SMPTekananCahayaGetaran dan GelombangGerak Dan GayaPesawat Sederhana7 SMPTata SuryaObjek Ilmu Pengetahuan Alam Dan PengamatannyaZat Dan KarakteristiknyaSuhu Dan KalorEnergiFisika Geografi12 SMAStruktur, Tata Nama, Sifat, Isomer, Identifikasi, dan Kegunaan SenyawaBenzena dan TurunannyaStruktur, Tata Nama, Sifat, Penggunaan, dan Penggolongan MakromolekulSifat Koligatif LarutanReaksi Redoks Dan Sel ElektrokimiaKimia Unsur11 SMAAsam dan BasaKesetimbangan Ion dan pH Larutan GaramLarutan PenyanggaTitrasiKesetimbangan Larutan KspSistem KoloidKimia TerapanSenyawa HidrokarbonMinyak BumiTermokimiaLaju ReaksiKesetimbangan Kimia Dan Pergeseran Kesetimbangan10 SMALarutan Elektrolit dan Larutan Non-ElektrolitReaksi Reduksi dan Oksidasi serta Tata Nama SenyawaHukum-Hukum Dasar Kimia dan StoikiometriMetode Ilmiah, Hakikat Ilmu Kimia, Keselamatan dan Keamanan Kimia di Laboratorium, serta Peran Kimia dalam KehidupanStruktur Atom Dan Tabel PeriodikIkatan Kimia, Bentuk Molekul, Dan Interaksi Antarmolekul KimiaKimia Anorganik Kelas 10 SMAIkatan Kimia, Bentuk Molekul, dan Interaksi AntarmolekulIkatan Ion dan Ikatan KovalenIkatan Ion dan Ikatan KovalenIkatan Kimia, Bentuk Molekul, dan Interaksi AntarmolekulKimia AnorganikKimiaRekomendasi video solusi lainnya0431Jika atom XZ=11 dan atom YZ=8 berikatan, rumus senya...0151Diketahui unsur X dengan nomor atom 12 dan unsur Y dengan...0229Jika atom 11 Na berikatan dengan atom 16 S, maka jenis ik...Teks videoEcoprint Isal kali ini kita diminta untuk menentukan di antara deretan senyawa yang diberikan manakah yang tidak tergolong senyawa kovalen dan senyawa kovalen sendiri dapat diartikan sebagai senyawa yang dibentuk oleh atom atomnya dengan ikatan kovalen kata kuncinya ikatan kovalen itu terbentuk di antara unsur-unsur non logam jadi apabila unsur non logam berikatan dengan unsur nonlogam akan terbentuk ikatan kovalen. Selain itu terdapat ikatan ion ikatan ionik akan terbentuk Di antara unsur logam yang membentuk ion positif dengan unsur nonlogam yang membentuk ion negatif di sini kita dapat menentukan yang memiliki ikatan kovalen dengan menentukan unsur unsurnya termasuk non logam atau logam kita lihat dari opsi a di situ ada HF HCl dan juga apabila kita lihat unsur-unsurnya yaitu F CL dan juga ih ini semuanya termasuk unsur nonlogam sehingga pada HF HCl dan juga akan terbentuk ikatan lalu pada opsi beli di situ ada bh 3 PS3 dan juga CO2 kita lihat unsur-unsurnya untuk b f dan juga Oh ini juga termasuk unsur hingga pada pH 3 pada PS3 dan juga pada CO2 ikatan yang terbentuk adalah ikatan kovalen pada Office di situ ada H2O NH3 dan CO2 unsur yang terlibat dan n merupakan non logam 3 pada H2O NH3 dan juga CO2 ikatan yang terbentuk adalah ikatan kovalen pada li2o ada dan juga ada nah kita lihat unsur yang terlibat yang pertama untuk l i c k dan juga MG ini tergolong unsur logam yaitu dari golongan 2A sementara itu untuk oksigen ya tentunya adalah unsur nonlogam pada opsi edisi nada F 5 4 3 unsur-unsur yang terlibat adalah ini semuanya adalah unsur logam yang dapat kita tentukan pada oxide tadi terbentuk Di antara unsur logam dan unsur non logam dari unsur x 2 akan membentuk ion positif dan oksigen akan membentuk ion negatif begitu juga pada akhirnya akan membentuk ion positif akan membentuk ion negatif pada MG dan Q akan membentuk ion positif dan ion negatif 3 pada oksida ini yang akan terbentuk adalah ikatan ion dan ikatan kovalen 3 jawaban yang tepat adalah pada opsi B Pilihlah jawaban yang diminta dan terima kasih sampai jumpa di pertanyaan berikutnya

deretan senyawa berikut ini tergolong senyawa kovalen kecuali