Madinah(bahasa Arab: المدينة) dikenak juga dengan Madinah al-Munawarah (مدینة المنورة) atau Madinah al-Rasul (مَدینَةُ الرسول, berarti kota Nabi), kota religi kedua terpenting kaum muslimin yang terletak di Arab Saudi. Hijrah Nabi Muhammad saw ke kota ini, menjadi permulaan penanggalan kaum Muslimin. Masjid, pusara Nabi saw, pekuburan Baqi dan pusara empat
Keputusanini diambil guna mengelabui kafir Quraisy yang berusaha mengejar dan menangkap Nabi Muhammad SAW. Di Gua Tsur ini, Rasulullah dan Abu Bakar tinggal selama kurang lebih tiga hari. Barulah setelah itu Rasulullah melanjutkan perjalanan hijrahnya menuju Madinah. 4. Hikmah dari Perjalan Hijrah Nabi Muhammad SAW. Ilustrasi berdakwah.
KEMADINAH. KEPENTINGAN PERISTIWA HIJRAH. 1) Umat Islam 2) Rakyat 3) Dakwah dapat. hidup bersatu Madinah disebarkan. padu dan bebas berbilang bangsa. mengamalkan dan agama hidup secara meluas. ajaran Islam. aman damai. KEPENTINGAN PERISTIWA HIJRAH. 4) Negara Madinah 5) Membuktikan.
6 Berikut hikmah di balik peristiwa hijrah ke Madinah, kecuali. a. Selamatnya Rasulullah SAW dari pembunuhan orang kafir. b. Rasulullah dapat mendirikan akidah dan syariah. d. Menyebabkan jatuhnya Mekah dari kekuasaan kaum musrikin (setelah Fathu Makkah). c. Kekalahan agama Islam dan gagalnya mendirikan pusat pemerintahan Islam.
SejarahBulan Muharram. Bulan Muharram (المحرم) berasal dari kata haram (حرم) yang artinya suci atau terlarang. Dinamakan Muharram, karena sejak zaman dulu, pada bulan ini dilarang berperang dan membunuh. Larangan itu terus berlaku hingga masa Islam. Bahkan bulan Muharram termasuk salah satu bulan haram.
JAKARTA Bulan Muharram merupakan salah satu bulan mulia bagi umat Islam. Di Bulan Muharram ini juga banyak terjadi peristiwa penting, salah satunya yakni hijar Nabi Muhammad SAW dari Mekkah ke Madinah yang terjadi pada 622 Masehi.. Kisah hijrah Nabi Muhammad SAW ini penuh dengan tantangan. Hijrah dilakukan karena dakwah yang dilakukan Nabi Muhammad SAW kepada kaum Quraisy terus
Quoi. Setelah selesai dilaksanakannya Baiat Aqabah kedua, dan setelah Islam mendapatkan wilayah yang siap menampung mereka, maka sejak saat itu Rasulullah ﷺ mengizinkan para sahabatnya untuk hijrah ke Madinah. Sebagian dari sahabat mulai mempersiapkan bekalnya, ada juga yang langsung berangkat, dan ada pula yang masih menunggu Rasulullah untuk berangkat bersamanya. Tantangan hijrah sangatlah berat. Para sahabat harus menanggung berbagai macam risiko agar bisa melakukan hijrah. Ada yang meninggalkan sanak keluarganya, hartanya, bahkan ada yang terancam jiwanya. Belum lagi meninggalkan kampung halaman yang sudah pasti sangat berat bagi mereka. Namun, satu persatu kaum Muslimin berhasil melakukan hijrah ke Madinah. Mereka umumnya pergi berkelompok dan dengan sembunyi-sembunyi, meski ada juga yang sedikit dari mereka pergi dengan terang-terangan. Menurut Syekh Shafiyurrahman al-Mubarakfuri, selang dua bulan lebih beberapa hari setelah terlaksananya Baiat Aqabah kedua, akhirnya tidak ada kaum muslimin yang tersisa kecuali Rasulullah ﷺ, Abu Bakar, dan Ali bin Abi Thalib radhiallahu anhuma. Sementara itu, Rasulullah tengah menunggu saat-saat Allah ﷻ mengizinkannya untuk melakukan hijrah. Abu Bakar yang saat itu telah bersiap-siap untuk hijrah diminta Rasulullah untuk ikut menemaninya Syekh Shafiyurrahman al-Mubarakfury, Rahiqul Makhtum, [Wazaratul Auqaf Qatar, 2007], h. 155. Rencana Pembunuhan Setelah mengetahui kepergian para Sahabat Rasulullah ﷺ ke Madinah, kaum kafir Quraisy mengalami kekalutan dan kebingungan. Bayang-bayang besar ada di depan mereka, dan merasa bahwa keberadaannya secara ideologis dan ekonomi sangat terancam sebab mereka tahu betul pengaruh Rasulullah ﷺ terhadap para sahabatnya untuk membela dan memperjuangkan aqidahnya, apalagi jika disertai dengan kekuatan kaum muslimin Madinah yang kini telah bersatu setelah sekian lama dilanda pertikaian antarsuku. Di sisi lain, letak kota Madinah sangat strategis. Kota itu merupakan tempat lalu lalang kafilah dagang dari Yaman ke Syam. Saat itu, penduduk Makkah biasa melakukan perjalanan bisnis ke negeri Syam dengan nilai perdagangan yang sangat tinggi. Dan semua itu sangat tergantung dengan kondisi keamanan di jalur tersebut. Bertitik tolak dari hal itu, para pembesar Quraisy sepakat untuk bermusyawarah membicarakan cara paling efektif untuk menghadapi bahaya tersebut. Akhirnya mereka sepakat, dan mulai mengumpulkan berbagai pembesar dan tokoh kafir Quraisy untuk mengikuti musyawarah. Pada pertemuan itu semua utusan dari suku-suku Quraisy berupaya memadamkan cahaya dakwah yang dibawa Rasulullah ﷺ. Hadir pula dalam pertemuan itu, seorang tua yang mengaku dirinya sebagai orang tua dari Nadj, padahal sebenarnya dia adalah setan yang menyerupai manusia. Setelah berembuk sekian lama, akhirnya mereka sampai pada kesepakatan untuk membunuh Rasulullah ﷺ. Kesepakatan itu diambil setelah Abu Jahal menyempaikan pendapatnya; dengan cara setiap suku mengirimkan seorang pemuda yang gagah perkasa serta dibekali sebilah pedang yang tajam. Kemudian mereka diperintah secara bersama untuk membunuh Rasulullah ﷺ. Pendapat ini yang akhirnya disepakati, dan ternyata dikuatkan oleh orang tua dari Najd tadi Syekh Shafiyurrahman, Rahiqul Makhtum, 2007, h. 155. Ketika kesepakatan membunuh Rasulullah telah diambil, malaikat Jibril segera memberi tahu tentang rencana makar mereka. Dia juga memberitahu bahwa Allah ﷻ telah mengizinkannya melakukan hijrah. Mendengar berita itu, Rasulullah segera menuju rumah Abu Bakar di siang hari yang terik dan pada waktu yang biasanya jarang orang lalu lalang. Sesampainya di rumah Abu Bakar, Rasulullah meminta kepadanya agar tidak ada seorang pun keluarganya yang berada di dalam karena ia akan menerangkan rencana perjalanan hijrahnya. Abu Bakar sangat gembira dengan dipilihnya dia sebagai teman yang mendampingi hijrah Rasulullah. Setelah semua dijelaskan, Rasulullah kembali ke rumahnya, menunggu datangnya malam. Pada saat yang sama, para pembesar Quraisy sudah bersiap-siap untuk melaksanakan rencana mereka. Rencana sudah mereka susun di siang harinya secara matang. Mereka telah memilih 11 orang dari masing-masing suku untuk menunaikan tugas tersebut. Dan tiba saatnya, ketika malam mulai gelap, mereka bergerak dengan mengintai rumah Rasulullah ﷺ. Mereka berniat mengeksekusi Rasulullah kala beliau tidur. Mereka sangat yakin bahwa rencana yang telah disusun matang akan berhasil sesuai harapan. Namun, di balik semua itu, ada Allah ﷻ yang selalu melindungi hamba-Nya dan berbuat sesuai kehendak-Nya. Dalam Al-Qur’an Allah berfirman وَإِذْ يَمْكُرُ بِكَ الَّذِينَ كَفَرُوا لِيُثْبِتُوكَ أَوْ يَقْتُلُوكَ أَوْ يُخْرِجُوكَ وَيَمْكُرُونَ وَيَمْكُرُ اللَّهُ وَاللَّهُ خَيْرُ الْمَاكِرِين Artinya, “Dan ingatlah, ketika orang-orang kafir Quraisy memikirkan tipu daya terhadapmu Muhammad untuk menangkap dan memenjarakanmu atau membunuhmu, atau mengusirmu. Mereka membuat tipu daya dan Allah menggagalkan tipu daya itu. Allah adalah sebaik-baik pembalas tipu daya” QS Al-Anfal 30. Pada waktu yang sangat kritis itu, Rasulullah ﷺ memerintahkan Ali bin Abi Thalib untuk tidur di tempat tidurnya dengan menggunakan selimut yang biasa Rasulullah pakai. Setelah itu Rasulullah menerobos kepungan mereka yang saat itu penglihatannya Allah cabut, sehingga tidak bisa melihat perjalanan Rasulullah. Kemudian, pada malam itu juga, Rasulullah berjalan menuju rumah Abu Bakar. Sementara itu para pengepung rumahnya masih menunggu waktu pelaksanaan eksekusi. Dan akhirnya, mereka segera masuk ke rumah dan melihat ada seseorang yang sedang tidur. Mereka mengira bahwa ia adalah Rasulullah ﷺ yang sedang tidur di balik selimutnya. Namun ternyata, yang tidur di tempat itu adalah Ali bin Abi Thalib. Di sisi lain, Abu Bakar meminta putranya, Abdullah, mengamati segala aktivitas dan merekam semua pembicaraan kaum Quraisy di siang hari, lalu melaporkannya setiap petang menjelang. Abu Bakar juga menyuruh budaknya, Amir bin Fahirah untuk menggembalakan kambing dekat Gua Tsur pada siang hari dan mengistirahatkannya pada petang hari agar dirinya dan Rasulullah dapat minum susu dari kambing gembalaan itu. Asma, putrinya, juga diperintahkan oleh Abu Bakar membawakan makanan setiap petang untuk mereka berdua. Kemudian, Rasulullah dan Abu Bakar pergi menuju Gua Tsur untuk tinggal selama beberapa waktu di sana. Abu Bakar mendahului Nabi Muhammad ﷺ masuk ke dalam gua untuk memastikan bahwa di dalam gua tersebut tidak terdapat binatang buas dan ular. Rasulullah dan Abu Bakar selama tiga hari tinggal di dalam gua ini. Abdullah bin Abu Bakar juga ikut menginap bersama mereka untuk melaporkan berbagai peristiwa dan perkembangan yang terjadi di Kota Makkah. Dan Abdullah, sebelum fajar, telah kembali ke Makkah berbaur bersama penduduk seolah-olah dia bermalam di Makkah. Sementara Amir bin Fahirah ditugaskan membawa gembalannya ke daerah sekitar Gua Tsur. Kambing-kambingnya digiring berjalan mengikuti jalan yang dilalui Abdullah ketika meninggalkan gua, agar jejak kaki putra Abu Bakar itu hilang tidak terlacak. Selain itu, dia juga ditugasi membawa sepotong daging untuk Rasulullah dan Abu Bakar. Akhirnya, kaum musyrik mengetahui Rasulullah berhasil keluar dari Makkah. Mereka menyusuri setiap jalanan menuju Madinah. Mereka memeriksa tempat-tempat mencurigakan yang mungkin bisa dijadikan tempat bersembunyi. Sampailah mereka tiba di sekitar Gua Tsur. Rasulullah ﷺ dan sahabatnya mendengar derap kaki mereka. Abu Bakar seketika dilanda rasa takut. Ia berbisik kepada Rasulullah, “Seandainya salah seorang dari mereka melihat ke bawah kakinya, pastilah kita akan terlihat oleh mereka.” Untuk menenangkan sahabatnya, Rasulullah bersabda ما ظنك يا أبا بكر باثنين الله ثالثهما Artinya, “Wahai Abu Bakar, bagaimana menurutmu dua orang yang pergi bersama, sedangkan yang ketiganya adalah Allah?” Syekh Said Ramadhan al-Buthi, Fiqhus Sirah Nabawiyah, [Beirut Dar al-Fikr 2019], halaman 149. Allah membutakan mata kaum musyrik sehingga tak seorang pun dari mereka ingin melongokkan kepalanya ke dalam gua. Tak pernah terbesit dalam hati seorang pun dari mereka ingin memeriksa ada apa di dalam gua itu. Begitulah pertolongan Allah ﷻ. Imam al-Bushiri dalam qasidah burdahnya mengatakan وقاية الله أغنت عن مضاعفة من الدروع وعن عال من الأطم Artinya, “Perlindungan Allah tidak membutuhkan berlipatnya baju baja, juga benteng tinggi nan kokoh.” Hikmah di Balik Kisah Hijrah Menurut Syekh al-Buthi, di antara hikmah Rasulullah hijrah secara sembunyi-sembunyi bukan karena khawatir atas keselamatan dirinya atau takut ditangkap musuh sebelum tiba Madinah. Buktinya, setelah Rasulullah menempuh semua rihlah perjalanannya, ketika beristirahat di Gua Tsur, lalu kaum musyrik tiba di sekitar gua tempat mereka bersembunyi, yang seandainya seorang dari mereka melihat ke bawah maka pasti akan melihat Rasulullah, sehingga Abu Bakar dihinggapi rasa takut yang hebat. Rasulullah tetap bersikap tenang dan menenangkan sahabatnya dengan berkata, “Wahai Abu Bakar, menurutmu, apa yang akan terjadi dengan dua orang yang ketiganya adalah Allah?” Padahal, bila Rasulullah hanya mengandalkan semua langkah lahiriah dan kehati-hatiannya dalam proses hijrah itu, beliau pasti juga akan merasa takut dan cemas ketika menghadapi situasi seperti itu. Namun, nyatanya tidak! Syekh al-Buthi, Fiqhus Sirah Nabawiyah, 2019, halaman 152. Dengan demikian, semua langkah Rasulullah dalam perjalanan hijrah adalah tugas penerapan syariat wadhifah tasyriiyyah yang mesti dijalankan. Ketika itu sudah dilaksanakan, Rasulullah tinggal mengaitkan hatinya kepada Allah dan bersandar hanya pada petunjuk dan pertolongan-Nya. Maka, setiap Muslim harus menyadari bahwa mereka dilarang menyandarkan segala sesuatu kecuali kepada Allah, tanpa mengabaikan prinsip kausalitas sebab akibat. Bahkan ternyata, ada Mukjizat paling menonjol dalam perjalanan hijrah Rasulullah, yaitu ketika beliau berhasil keluar dari rumahnya tanpa diketahui kaum musyrik yang sudah mengepung rumah dan berjaga-jaga di setiap sudut. Mukjizat ini menjadi semacam maklumat bagi kaum musyrik di setiap tempat dan waktu bahwa penindasan dan penyiksaan yang dialami Rasulullah dan para sahabat dalam perjuangan membela agama, tidak serta-merta mengindikasikan bahwa Allah menelantarkan mereka dan mereka jauh dari kemenangan. Sama-sekali tidak! Kaum musyrik dan semua musuh Islam jangan merasa senang dulu. Sebab, pertolongan Allah amat dekat dan jalan menuju kemenangan selalu ada, kapan pun dan di mana pun. Sunnatullah, santri sekaligus pengajar di Pondok Pesantren Al-Hikmah Darussalam Kokop Bangkalan Jawa Timur.
Kumpulan Soal Pilihan Ganda Materi Dakwah Rasulullah SAW di Madinah1. Sebelum Nabi Muhammad SAW. datang ke Madinah nama kota Madinah adalah….a. Makkahb. Yamanc. Yatsribd. Qahirahe. HabasyahJawabanc. Yatsrib2. Sebelum Islam datang ke Madinah, kota ini memiliki dua suku, yaitu….a. Baduy dan Qibtyb. Quraidzah dan Kinanc. Quraisy dan Kilalahd. Aus dan Khazraje. umamah dan KinaahJawaband. Aus dan Khazraj3. Perang yang dilakukan kaum muslimin ketika membuat parit adalah….a. Perang Khandaqb. Perang Jamalc. Perang Uhudd. Perang Hunaine. Perang BadarJawabana. Perang Khandaq4. Nabi Muhammad SAW. melakukan haji terakhir Haji Wada pada tahun….a. 5 Hb. 3 Hc. 7 Hd. 10 He. 11 HJawabanc. 7 H5. Berikut strategi dakwah yang dijalankan Rasullah saw pada periode Madinah, kecualia. Dakwah dengan mendirikan masjidb. Dakwah dengan perjanjian dan bai’atc. Dakwah dengan pemaksaand. Dakwah dengan korespondensi dan utusan dengan raja-rajaJawabanc. Dakwah dengan pemaksaan6. Berikut hikmah di balik peristiwa hijrah ke Madinah, kecualia. Selamatnya Rasulullah SAW dari pembunuhan orang kafirb. Rasulullah dapat mendirikan akidah dan syariahc. Kekalahan agama Islam dan gagalnya mendirikan pusat pemerintahan Islamd. Menyebabkan jatuhnya Mekah dari kekuasaan kaum musrikin setelah Fathu Makkah.Jawabanc. Kekalahan agama Islam dan gagalnya mendirikan pusat pemerintahan Islam7. Kota Madinah terletak di sebelah utara Hijaz, atau 300 mil ± ... sebelah utara kota 445 KmB. 455 KmC. 465 KmD. 475 KmE. 485 KmJawabanE. 485 Km8. Kata Yatsrib menurut kamus Lisanul 'Arab berasal dari tsaraba yang artinya ...A. memujiB. menggembirakanC. memotivasi/menyemangatiD. suka memberi pertolonganE. mencela, mencerca, dan menjelek-jelekkanJawabanE. mencela, mencerca, dan menjelek-jelekkan9. Di Madinah terdapat lima kelompok suku yang saling berperang. Tiga dari suku Yahudi dan dua dari suku Arab. Berikut ini yang bukan merupakan suku yang tinggal di Madinah ...A. Bani NadhirB. Suku QuraisyC. Bani Qainuqa'D. Bani QuraidhahE. Suku Aus dan KhazrajJawabanB. Suku Quraisy10. Suku di Madinah yang menguasai wilayah yang luas dari perkebunan kurma dan menguasai kerajinan tangan adalah suku ...A. AusB. KhazrajC. QuraisyD. YahudiE. BaduwiJawabanD. Yahudi11. Suku di Madinah yang termasuk suku Yahudi adalah ...A. Suku Aus dan KhazrajB. Suku Quraisy, Aus dan KhazrajC. Suku Aus, Bani Qainuqa', dan Bani QuraidhahD. Bani Nadhir, Bani Qainuqa', dan Bani QuraidhahE. Suku Khazraj, Bani Qainuqa', dan Bani QuraidhahJawabanD. Bani Nadhir, Bani Qainuqa', dan Bani Quraidhah12. Suku di Madinah yang termasuk suku Arab adalah ...A. Suku Aus dan KhazrajB. Suku Quraisy, Aus dan KhazrajC. Suku Aus, Bani Qainuqa', dan Bani QuraidhahD. Bani Nadhir, Bani Qainuqa', dan Bani QuraidhahE. Suku Khazraj, Bani Qainuqa', dan Bani QuraidhahJawabanA. Suku Aus dan Khazraj
- Sejumlah soal SKI kelas 10 semester 2 beserta jawabannya berikut ini bisa menjadi salah satu bahan latihan untuk menghadapi ujian Penilaian Akhir Tahun PAT.Soal-soal PAT SKI kelas 10 semester 2 dan jawabannya berikut berisi pertanyaan pilihan ganda terkait sejarah masa awal Islam hingga Kekhalifahan merujuk kepada materi SKI kelas 10 semester 2 yang terdapat dalam buku resmi terbitan Kemenag RI. Selain untuk persiapan menjelang ujian, berbagai soal PAT SKI kelas 10 semester 2 dan jawabannya di bawah juga bisa dipelajari untuk mengevaluasi pemahaman peserta didik terhadap materi pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam. Soal PAT SKI Kelas 10 Semester 2 dan Jawabannya Berikut sejumlah contoh soal PAT SKI kelas 10 semester 2 beserta jawabannya di pilihan ganda yang tercetak tebal1. Sebelum kedatangan Islam, kehidupan sosial dan ekonomi penduduk Mekkah dapat dibilang cukup maju, tetapi terjadi kemerosotan moral di kota tersebut. Salah satu bukti kemajuan ekonomi di Mekkah pada waktu menjelang kedatangan Islam adalah....A. Terdapat kompetisi syair di Makkah B. Terdapat mata air zam-zam yang tidak pernah keringC. Banyaknya pengunjung kabah yang datang dari berbagai penjuru ArabiaD. Terdapat kebun kurma yang subur yang menjadi salah satu komoditi pertanianE. Terdapat pusat perdagangan pasar Ukaz yang ramai didatangi para pedagang ArabJawaban E2. Mayoritas penduduk Arab sebelum Islam menganut agama asli nenek moyang mereka yang diwujudkan dalam bentuk berhala atau patung. Masing-masing kabilah mempunyai sesembahan yang berbeda dengan kabilah yang lain. Contohnya berhala sesembahan dari kabilah Tsaqif di Thaif yang disebut....A. LattaB. UzzaC. HubalD. SamirriE. MannatJawaban A3. Baca dan cermati pernyataan-pernyataan berikut ini!1 Bangsa Arab hidup nomaden2 Bangsa Arab mempunyai tradisi keilmuan3 Bangsa Arab mulai hidup menetap4 Bangsa Arab gemar menjamu tamu5 Bangsa Arab gemar hidup mewah6 Bangsa Arab selalu menepati janji7 Bangsa Arab cinta dan setia pada adat dan tradisi kabilahnyaDari pernyataan-pernyataan di atas, yang merupakan budaya bangsa Arab sebelum Islam datang adalah....A. 1, 3 dan 4B. 2, 4 dan 6C. 1, 3 dan 7D. 1, 2 dan 6E. 1, 4 dan 7Jawaban E4. Struktur masyarakat Arab sebelum kedatangan Islam sudah terbagi menjadi dua, ada yang bermukim di kawasan pedalaman atau pedesaan dan hidup di perkotaan. Dalam hal perekonomian, banyak penduduk perkotaan melakukan perjalanan dagang, mereka sering disebut dengan....A. AhlussunnahB. AhlulbaitC. Ahlul JannahD. BaduwiE. Ahlul HadharJawaban E5. Bangsa Arab pada masa Rasulullah SAW rutin melakukan perjalanan dagang pada dua musim dalam setahun, yaitu pada musim panas ke Negeri ... dan musim dingin ke Negeri....A. Syam dan YamanB. Yaman dan HabasyahC. Habasyah dan PalestinaD. Palestina dan YatsribE. Yatsrib dan SyamJawaban A6. Setelah menerima wahyu yang kedua Rasulullah Saw memulai berdakwah dengan cara sembunyi-sembunyi, dan baru 3 tahun kemudian secara terang-terangan. Perintah pada Rasulullah SAW untuk berdakwah secara terang-terangan ada dalam ayat Al-Quran....A. QS Al-Hijr 15 94B. QS Al-Alaq 96 1-5C. QS Al-Muddatstsir 74 1-7D. QS Al-Lahab 11 1-5E. QS Al-Humazah 104 1-4Jawaban A7. Hijrahnya Rasulullah SAW ke Yatsrib Madinah diawali dengan sebuah peristiwa yang dikenal dengan perjanjian Aqabah. Di antara isi perjanjian Aqabah kedua adalah....A. Penduduk Yatsrib Tidak akan memfitnah dan menghasutB. Penduduk Yatsrib Tidak mencuri dan berzinaC. Penduduk Yatsrib siap dan bersedia melindungi Nabi Muhammad SAWD. Penduduk Yatsrib Meninggalkan membunuh anak-anakE. Penduduk Yatsrib Menyembah Allah SWTJawaban C8. Peristiwa yang melatarbelakangi hijrahnya Nabi Muhammad Saw dan umat Islam ke Yatsrib sekaligus batu loncatan dalam persiapan proses hijrah ke Madinah, adalah....A. HilfulfudhulB. Bai'ah aqabah 1 dan 2C. Perjanjian HudaibiyahD. Piagam MadinahE. Tahun GajahJawaban B9. Ada 4 orang khulafaur Rosyidin yang memimpin kekhalifahan Islam setelah Rasulullah Wafat. Khulafaur Rosyidin yang ketiga adalah....A. Ali bin Abi Thalib B. Usman bin Affan C. Umar bin KhattabD. Abu Bakar AssyidiqE. Umar bin Abdul AzizJawaban B10. Salah satu khulafurrosyidin yang bernama asli Abdullah Ibnu Abi Quhafah at Tamimi adalah…..A. Ali bin Abi Thalib B. Usman bin Affan C. Umar bin KhattabD. Abu Bakar AssyidiqE. Umar bin Abdul AzizJawaban D11. Tempat yang dijadikan tempat berkumpul dalam proses pemilihan pengganti Rasulullah sebagai khalifah adalah….A. Saqifah Bani quhafahB. Saqifah Bani HasanahC. Saqifah Bani Sa’idahD. Baitul HikmahE. Baitul MalJawaban C12. Sahabat dari golongan Anshar yang sangat dekat dengan Rasulullah SAW dan juga tokoh terkemuka suku khazraj yang memimpin pertemuan untuk menentukan siapa yang akan menjadi khalifah setelah Nabi Muhammad wafat adalah.....A. Saad bin Abi WaqosB. Zubair bin AwwamC. Ubaidillah bin JarrahD. Zaid bin HaritshahE. Saad bin UbadahJawaban E13. Salah satu khulafurrosyidin yang mendapatkan julukan Dzun Nurain adalah....A. Abu Bakar AssyidiqB. Umar bin Khattab C. Usman bin AffanD. Ali bin Abi ThalibE. Umar bin Abdul AzizJawaban C14. Khalifah Ali bin Abi Thalib adalah seorang perwira yang tangkas, cerdas, tegas, teguh pendirian, dan pemberani. Di sisi lain, Ali bin Abi Thalib juga dikenal memiliki wawasan ilmu yang luas. Karena keluasan ilmunya itu, Ali bin Abi Thalib mendapat julukan....A. Dzun Nurain B. Assadullah C. Babul 'IlmD. AtiqE. AssidiqJawaban C15. Berikut ini yang termasuk kebijakan dari Khalifah Abu Bakar As Shidiq adalah..... A. Pembukuan Al-QuranB. Pengembangan wilayah IslamC. Mengeluarkan undang-undangD. Pembangunan fisikE. Pengangkatan pejabat negaraJawaban A16. Latar belakang diadakanya pembukuan Al-Quran pada masa Khalifah Abu Bakar As-syidik adalah....A. Banyaknya para penghapal quran yang gugur di medan perangB. Banyaknya para ulama pencatat AlquranC. Desakan dari kaum musliminD. Perintah dari RosulullohE. Banyaknya pemuda yang cerdasJawaban A17. Berikut ini merupakan sejumlah kebijakan Khalifah Umar bin Khattab, kecuali.....A. Pengembangan wilayah islamB. Mengeluarkan undang-undangC. Membagi wilayah pemerintahan D. Membentuk beberapa dewanE. Pengangkatan pejabat negaraJawaban E18. Salah satu kebijakan Khalifah Utsman bin Affan adalah.....A. Mengeluarkan undang-undangB. Pengembangan wilayah islamC. Membagi wilayah pemerintahanD. Standarisasi AlquranE. Membentuk beberapa Jawaban D19. Penarikan kembali tanah hadiah yang dihadiahkan Khalifah Utsman bin Affan kepada penduduk dengan menyerahkan hasil pendapatannya kepada Negara, dan memakai lagi sistem distribusi pajak tahunan di antara orang-orang islam, merupakan kebijakan dari khalifah.....A. Abu Bakar SidiqB. Umar bin Khattab C. Ali bin Abi ThalibD. Usman bin AffanE. Husen bin AliJawaban C20. Daulah Umayah adalah kekhalifahan islam pertama setelah masa Khulafaurrasyidin. Kekhalifahan Umayyah memerintah wilayah jazirah Arab dan sekitarnya pada tahun.....A. 661-750 M B. 662-750 M C. 663-750 MD. 661-751 ME. 662-750 MJawaban A21. Pendiri Daulah Umayyah 1 adalah....A. Yazid bin MuawiyahB. Marwan bin HakamC. Muawiyah bin Abi SufyanD. Ali bin Abi ThalibE. Umar bin KhattabJawaban C22. Berikut ini nama beberapa khalifah dari Dinasti Umayyah, kecuali.....A. Marwan bin al-HakamB. Walid bin Abdul Malik C. Abdul Malik bin MarwanD. Al-Musta'shim BillahE. Yazid bin Muawiyah Jawaban D23. Pada tahun 680 M, Yazid bin Muawiyah mengirim pasukan untuk memaksa Husein bin Ali menyatakan setia pada pemerintahan dinasti Umayyah, sehingga terjadi pertempuran, yang tidak seimbang yang kemudian hari itu terkenal dengan pertempuran.....A. Perang uhudB. Pertempuran shiffinC. Pertempuran karbalaD. Perang jamalE. Pertempuran HudaibiyahJawaban C24. Peristiwa yang mengukuhkan berdirinya Daulah Umayyah di Damaskus disebut....A. Perang ShiffinB. Amul JamaahC. Perang JamalD. Fitnah KubraE. TahkimJawaban B25. Berikut adalah jasa-jasa Walid bin Abdul Malik ketika menjabat sebagai Khalifah Daulah Umayyah, kecuali....A. Memperluas pengaruh Islam ke semenanjung IberiaB. Memperluas pengaruh Islam ke SamarkandC. Memperluas bangunan Masjid Nabawi di MadinahD. Pembangunan rumah sakit bimaristan pertama di dunia IslamE. Membangun perpustakaan Baitul HikmahJawaban E. - Pendidikan Kontributor SulthoniPenulis SulthoniEditor Addi M Idhom
Umat Islam di kota Madinah segera menyambut kedatangan Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam, segera setelah perjanjian Aqabah ke-2 dilakukan. Jumlah umat Islam di Madinah yang sudah cukup banyak meningkatkan percaya diri dan optimisme untuk menjadi Anshar, penolong dan pelindung Rasulullah serta para sahabat Muhajirin. Dan Maha Sempurna Allah dengan segala ketetapan takdir-Nya. Dialah yang menyiapkan kondisi Kota Madinah setelah sebelumnya membekali ketangguhan iman dan mental umat Islam dengan kondisi Mekah yang sulit dan mengancam nyawa. Dialah pula yang menentukan waktu yang tepat bagi Rasul-Nya dan umat Islam untuk memulai fase madani. Allah izinkan Nabi dan para sahabatnya untuk hijrah ke Yatsrib, Madinah al-Munawwarah. Semua para sahabat yang mampu untuk hijrah, maka wajib bagi mereka berhijrah. Yang lemah dan yang kuat, yang miskin dan yang kaya, laki-laki maupun wanita, dari kalangan merdeka atau hamba sahaya, semua menyambut perintah Allah Ta’ala. “Sesungguhnya orang-orang yang diwafatkan malaikat dalam keadaan menganiaya diri sendiri, kepada mereka malaikat bertanya “Dalam keadaan bagaimana kamu ini?”. Mereka menjawab “Adalah kami orang-orang yang tertindas di negeri Mekah”. Para malaikat berkata “Bukankah bumi Allah itu luas, sehingga kamu dapat berhijrah di bumi itu?”. Orang-orang itu tempatnya neraka Jahannam, dan Jahannam itu seburuk-buruk tempat kembali, kecuali mereka yang tertindas baik laki-laki atau wanita ataupun anak-anak yang tidak mampu berdaya upaya dan tidak mengetahui jalan untuk hijrah, mereka itu, mudah-mudahan Allah memaafkannya. Dan adalah Allah Maha Pemaaf lagi Maha Pengampun. Barangsiapa berhijrah di jalan Allah, niscaya mereka mendapati di muka bumi ini tempat hijrah yang luas dan rezeki yang banyak. Barangsiapa keluar dari rumahnya dengan maksud berhijrah kepada Allah dan Rasul-Nya, kemudian kematian menimpanya sebelum sampai ke tempat yang dituju, maka sungguh telah tetap pahalanya di sisi Allah. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” QS. An-Nisa 97-100 Hijrah Tak Sekedar Pindah Saat ini, sebagian umat Islam, ketika mendengar kata hijrah atau peristiwa hijrah Nabi shallallahu alaihi wa sallam dari Mekah ke Madinah, menganggapnya sebagai suatu perpindahan biasa, layaknya migrasi penduduk dengan segala kerepotannya. Padahal tidaklah semudah itu. Ini adalah perjuangan yang besar. Bentuk perlawanan terhadap kaum musyrikin Mekah bahkan Jazirah Arab secara umum. Kehilangan nyawa sebuah resiko yang begitu terpapar di depan mata Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam dan para sahabatnya. Hijrah bukanlah melarikan diri. Hijrah adalah persiapan membekali diri untuk kehidupan akhirat. Karena itulah, Allah Ta’ala berfirman, “Dan orang-orang yang berhijrah di jalan Allah, kemudian mereka di bunuh atau mati, benar-benar Allah akan memberikan kepada mereka rezeki yang baik surga. Dan sesungguhnya Allah adalah sebaik-baik pemberi rezeki. Sesungguhnya Allah akan memasukkan mereka ke dalam suatu tempat surga yang mereka menyukainya. Dan sesungguhnya Allah Maha mengetahui lagi Maha Penyantun.” QS. Al-Hajj 58-59. Ditambah lagi, Nabi shallallahu alaihi wa sallambarulah berhijrah tatkala semua sahabatnya telah berangkat menuju Madinah. Hal ini semakin menguatkan bahwa hijrah bukanlah bentuk melarikan diri. Nabi shallallahu alaihi wa sallam jauh lebih mementingkan keselamatan dan keamanan umatnya dibanding keselamatan dirinya. Inilah jiwa seorang pemimpin. Seorang nahkoda bukanlah orang yang pertama meninggalkan kapal saat ia akan karam. Ia akan menjadi yang terakhir keluar setelah memastikan awak dan penumpangnya selamat terlebih dahulu. Tidaklah tersisa di Mekah kecuali Rasulullah, Abu Bakar, dan Ali bin Abi Thalib sebagai orang-orang yang paling akhir menempuh perjalanan. Ada beberapa hal yang bisa dicermati dari peristiwa hijrah Pertama, hijrahnya umat Islam secara menyeluruh terjadi setelah pintu dakwah sudah tertutup di Mekah. Hijrah ke Madinah bukanlah hijrah yang pertama dialami umat Islam. Sebelumnya sebagian sahabat Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam menempuh dua kali hijrah ke negeri Habasyah. Kesempatan untuk berdakwah di Mekah begitu kecil atau bahkan tertutup. Mengapa tertutup? Karena orang-orang kafir Quraisy berencana untuk membunuh Nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam setelah wafatnya paman beliau, Abu Thalib, tiga tahun sebelum hijrah. Saat itulah, strategi hijrah mulai disusun oleh Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam. Sejak mula, dakwah di Mekah memang sudah sulit. Namun Allah Ta’ala tidak memerintahkan Rasul-Nya untuk berhijrah. Hingga akhirnya pintu tersebut mulai dirasa begitu rapat, barulah Allah perintahkan Rasul-Nya dan umat Islam untuk berhijrah. Dari sini kita bisa mengambil pelajaran yang begitu mendalam, ketika pintu dakwah masih terbuka walaupun dirasa sulit, maka kita hendaknya berusaha mengajak orang-orang kepada kebenaran. Kedua, saat seluruh umat Islam melakukan hijrah, maka Madinah yang dipilih menjadi tujuan bukan Habasyah. Kota tujuan hijrah bisa saja bukan Kota Madinah jika Bani Syaiban atau Bani Hanifah atau Bani Amir beriman. Namun Allah Ta’ala menginginkan Madinah seabgai tempat hijrah Nabi-Nya. Kultur masyarakat Madinah yang merupakan bangsa Arab, tidak jauh berbeda dengan masyarakat Mekah sehingga para sahabat tidak begitu kesulitan untuk beradaptasi. Jaminan keamanan di Madinah pun lebih besar dibandingkan di Habasyah. Di Habasyah, hanya An-Najasyi yang beriman, jika ia wafat, maka keselamatan kaum muslimin kembali terancam. Selain itu, terbentuknya negara Islam lebih besar peluangnya di Madinah dibanding Habasyah. Ketiga, umat Islam diperintahkan menuju tempat yang sama untuk berhijrah. Dalam syariat hijrah kali ini. Komunitas umat Islam Mekah diperintahkan menuju daerah yang satu bukan dibebaskan menuju daerah manapun yang mereka inginkan. Banyak sekali faidah dari hal ini. Di antaranya kebersamaan dan kekeluargaan tetap terjaga. Keselataman lebih terpelihara dibandikan satu orang menuju satu negeri lainnya. Lebih mudah beradaptasi. Keimanan juga terjaga dengan berkumpulnya mereka dengan orang-orang beriman lainnya. Dll. [IslamPos]
taufik sentana Eduaksi Wednesday, 03 Aug 2022, 1404 WIB Dok. Pixabay Hikmah Hijrah Nabi Ke Madinah === Ada beberapa catatan penting tentang peristiwa hijrah Nabi Muhammad SAW ke Madinah Yatsrib. 1. Hijrah sebagai perintah Allah Subhanahu Wata'ala, sebagaimana beberapa Nabi sebelumnya juga berhijrah, seperti Nabi Ibrahim AS. 2. Skema Hijrah itu sudah dimulai" sejak bait 1 dan 2 oleh beberapa warga madinah di Aqah pada musim haji, dua tahun sebelumnya. Opini publik tentang kenabian Muhammad sudah semakin kuat di Madinah, dan itu sudah pasti mengganggu banyak kepentingan para pemuka kaum. 3. Penyiksaan yang semakin berat yang diterima oleh pengikut Nabi dan rencana pembunuhannya yang nyata. 4. Sebagai bentuk siyasah dakwah dan strategi berfikir cepat dan efektif dalam mencapai kemenangan tapak-tilas hijrah Nabi menunjukkan betapa rapi Nabi mengatur persiapan, dari sembunyi, logistik, informan dan pendukung di Madinah. 5. Hijrah juga sebagai ujian keimanan setelah mereka diuji dengan siksaan, boikot dan mu'jizat isra mi'raj. Yang berhijrah beresiko kehilangan nyawa, harta dan benda, termasuk ladang/perniagaan di Makkah. 6. Ada dua kali Hijrah ke Habsyah, Etiopia, sebelum ke Madinah sebagai bentuk diplomasi politik yang efektif. 7. Yatsrib menjadi "Kota yang tertib" dan bercahaya setelah Nabi hijrah ke Madinah kota yang beradab dalam landasan Iman dan meletakkan dasar Masyarakat Islam yang kuat dalam bentuk konstitusi/piagam Madinah. 8. Madinah bersanding sebagai Kota Dunia, melebihi Kota Persia dan Romawi, atau bahkan kerajaan Hindi. 9. Momen persatuan antar-muhajirin dan anshar. 10. Inspirasi Perjuangan bagi penegak dan penerus estafet Risalah. 11. Menjadi tonggak penanggalan khas versi Islam sejak kekhalifahan Umar Bin Khattab, menjadi sistem penanggalan hijriyah. hikmahhijrah Disclaimer Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku UU Pers, UU ITE, dan KUHP. Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel. Berita Terkait Terpopuler di Eduaksi Terpopuler Tulisan Terpilih
berikut hikmah dibalik peristiwa hijrah ke madinah kecuali